Ruang Murid
Raih Penghargaan PBB, Platform Rumah Pendidikan Sukses Integrasikan Layanan Digital Inklusif Nasional
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi teknologi lewat super-aplikasi inovatif, Rumah Pendidikan. Langkah besar ini berhasil mengintegrasikan ratusan aplikasi pendidikan yang sebelumnya terpisah demi mempermudah akses bagi jutaan guru dan siswa di seluruh penjuru Indonesia. Berkat konsistensinya dalam menyajikan layanan digital yang merata, ekosistem digital ini baru saja sukses meraih penghargaan bergengsi tingkat dunia, yakni Juara Pertama WSIS Prizes 2026 kategori e-Government dari PBB.
Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem pembelajaran yang inklusif, transparan, dan kolaboratif. "Melalui ruang-ruang utama di dalam platform, kami menghadirkan inovasi pembelajaran digital terpadu yang memfasilitasi semua pemangku kepentingan dalam satu pintu," ujarnya.
Platform ini membagi layanannya ke dalam beberapa ruang strategis, di antaranya:
- Ruang Murid: Menyediakan ribuan materi belajar interaktif gratis, video pembelajaran, gim edukasi, hingga latihan soal berbasis kurikulum nasional agar siswa tidak jenuh.
- Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan): Hasil transformasi dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang menjadi wadah bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi, mengelola kinerja, dan saling berbagi praktik baik pembelajaran di kelas.
- Ruang Sekolah: Fitur khusus untuk transparansi tata kelola satuan pendidikan, mulai dari pengelolaan profil, pelaporan rapor pendidikan, hingga penyusunan rencana anggaran belanja sekolah.
Transformasi digital ini juga diperkuat oleh kebijakan pemerintah pusat yang mendistribusikan perangkat pintar berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis interaktif digital ke sekolah-sekolah. Melalui integrasi antara aplikasi Rumah Pendidikan dan teknologi IFP di ruang kelas, para guru kini dapat memberikan materi secara visual dan audio yang jauh lebih interaktif.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 6,9 juta pengguna aktif telah memanfaatkan platform Rumah Pendidikan, termasuk ratusan ribu guru yang mengajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan adanya sistem satu pintu digital ini, Kemendikdasmen optimistis mutu dan pemerataan kualitas pendidikan nasional dapat melompat ke level yang lebih tinggi
0 Komentar
Bergabunglah dalam diskusiTinggalkan Komentar