SMPN 10 Depok Akhirnya Resmikan Masjid

By SMP Negeri 10 02 Sep 2019, 00:23:42 WIB Pendidikan
SMPN 10 Depok Akhirnya Resmikan Masjid

 Menyempurnakan sarana dan prasarana di lingkungannya, SMPN 10 Depok kemarin meresmikan Masjid Al Mujahidin yang berada di dalam area sekolahnya. Dengan adanya masjid di SMPN yang berlokasi di Jalan Raya Bedahan, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan di sekolah.

Kepala SMPN 10 Depok, Gesit Inderbuana mengatakan, keberadaan masjid di SMPN 10 adalah sebuah penantian panjang yang akhirnya terealisasi. Pasalnya, peletakan batu pertama untuk pembangunan masjid tersebut, sudah dilakukan sejak 2012. Jadi, enam tahun kemudian, baru bisa terselesaikan pembangunan untuk lantai 1-nya.

“Sebenarnya baru saya gerakan pembangunan (masjid) di dua tahun belakangan ini. Karena, terbentur masalah pendanaan pembangunannya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Gesit menjelaskan, masjid yang luasnya mencapai 393 meter tersebut, juga memang membutuhkan biaya pembangunan yang tidak sedikit, jika ditotal dari awal pembangunan di 2012, sampai sekarang bisa dimanfaatkan lantai 1-nya, menghabiskan Rp330 juta. Semua itu, dilakukan secara bertahap sesuai dengan terkumpulkan bantuan seikhlasnya dari orang-orang.

“Kami memang tidak memaksakan siapapun untuk membantu masjid, karena semuanya seikhlasnya. Oleh karena itu, proses pembangunannya membutuhkan waktu lama, karena menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelasnya.

Gesit berharap, dengan adanya masjid di sekolahnya, bisa sebagai tempat untuk siswa dalam kegiatan keagamaan, terutama untuk bisa menjalankan salat berjamaah di sekolah. Selain itu, in juga bisa jadi wadah untuk pembentukan karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan.

“Sebelumnya untuk kegiatan salat dilakukan di masjid masyarakat. Dengan adanya masjid sendiri, nantinya semua kegiatan keagamaan bisa dilaksanakan di sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin berpesan, agar masjid yang yang sudah bagus bisa diisi dengan program pembiasaan penguatan nilai religius untuk siswa dan warga sekolah secara keseluruhan. Seperti, salat Duha, salah Dzuhur, Ashar, kegiatan tadarusan Alquran, dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Nilai-nilai keagamaan harus bisa ditanamkan ke siswa, dan masjid tersebut bisa jadi arena untuk melakukannya selain pembelajaran di kelas,” katanya




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment